Wiz.or.id, Gaza Timur — Di tengah kepulan debu dan blokade yang kian mencekik, sebuah pemandangan penuh haru terekam di Masjid Al-Mashahra, Gaza Timur. Ratusan warga Palestina berkumpul dalam barisan yang rapi, bukan untuk meratapi reruntuhan, melainkan untuk menjemput keberkahan puasa di hari Arafah. Melalui program bertajuk "Buka Puasa Hari Arafah," solidaritas masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan KITA Palestina hadir sebagai oase di tengah krisis kemanusiaan yang mendalam, Selasa (26/5/2026).
Program ini bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan sebuah misi untuk menghidupkan kembali Sunnah Nabi di tanah para nabi. Di tengah kondisi pangan yang langka dan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi akibat pembatasan akses logistik, kehadiran hidangan berbuka ini membawa kegembiraan bagi sekitar 350 penerima manfaat.
Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, KH Zaitun Rasmin, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab iman dan kemanusiaan.
“Puasa Arafah adalah momentum penyucian jiwa, dan melalui program ini, pihaknya ingin memastikan bahwa saudara-saudara di Gaza tidak merasa berjuang sendirian. Menurutnya, memberi makan mereka yang berpuasa di garis depan perjuangan adalah sebuah kehormatan besar bagi para donatur di tanah air.” Ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Wahdah Inspirasi Zakat, Syahruddin, menyoroti betapa krusialnya bantuan ini di tengah himpitan ekonomi yang kian ekstrem. Ia mengungkapkan bahwa realita di lapangan sangat menantang, di mana kenaikan harga dan sulitnya pasokan makanan pokok membuat kehidupan warga Gaza kian terhimpit.
“WIZ berkomitmen untuk terus mengintensifkan upaya kemanusiaan dengan fokus pada penyediaan kebutuhan dasar demi menjaga martabat hidup rakyat Palestina.” tukasnya.
Di Masjid Al-Mashahra, doa-doa yang dipanjatkan oleh ratusan orang saat waktu berbuka tiba menjadi pesan kuat bagi dunia, bahwa selama solidaritas tetap terjaga, harapan untuk kehidupan yang lebih bermartabat di Gaza tidak akan pernah padam.


















