Wiz.or.id, Kupang — Perjuangan melawan krisis air bersih menahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikebut. Hingga hari ketiga, Selasa (26/05/2026), proyek pembangunan sumur bor yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (LAZNAS WIZ) di Pusat Pendidikan Wahdah Islamiyah, Kota Kupang, menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Fasilitator program LAZNAS WIZ, Abdul Fharid, yang memimpin langsung jalannya pekerjaan di lapangan, melaporkan bahwa tim teknis tengah bekerja ekstra keras menembus lapisan tanah keras demi menjangkau mata air. Menurutnya, fase ini adalah tahapan paling krusial dalam seluruh rangkaian proyek.
"Hari ini kami masuk pada tahapan pengeboran lanjutan. Fokus utama kami adalah memastikan mata bor bekerja secara optimal dan memantau kestabilan area kerja agar target kedalaman yang telah direncanakan dapat tercapai dengan aman," ujar Abdul Fharid saat memberikan keterangan dari lokasi pengeboran di Kupang.
Fharid menjelaskan bahwa pengeboran di pusat pendidikan ini menjadi prioritas mengingat kebutuhan air bersih merupakan jantung dari seluruh aktivitas ibadah dan belajar ratusan santri. Selama ini, ketergantungan pada pasokan air luar yang terbatas menjadi tantangan harian bagi pengelola pesantren.

"Alhamdulillah, proses pengeboran hingga hari ketiga ini berjalan tertib dan lancar. Kami terus melakukan pengawasan terhadap kondisi mesin dan mesin terus beroperasi secara aktif. Doakan agar dalam waktu dekat, sumber air segera ditemukan sehingga manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang oleh santri dan masyarakat sekitar," tambahnya.
Kehadiran sosok Abdul Fharid sebagai fasilitator di lapangan memastikan setiap tahapan pekerjaan terkontrol dengan baik. Mulai dari pemantauan alat-alat teknis hingga koordinasi dengan pihak pengelola pusat pendidikan, semuanya dilakukan guna memastikan amanah donatur "Sahabat Inspirasi" dikelola secara profesional.
Bagi warga sekitar dan para santri, raungan mesin bor yang terdengar setiap hari bukan sekadar suara bising, melainkan melodi harapan. Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi solusi permanen atas kelangkaan air yang kerap melanda wilayah Kupang, terutama saat memasuki musim kemarau panjang.
"Kami berkomitmen untuk menuntaskan misi ini. Keberhasilan program sumur bor ini adalah keberhasilan kolektif antara donatur, tim teknis, dan masyarakat yang merindukan air bersih," pungkas Fharid menutup laporannya.




































































