
Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, bukan hanya rumah dan fasilitas umum yang terdampak, tetapi juga mushaf Al-Qur’an. Ribuan mushaf terendam air, basah, rusak, dan tidak lagi dapat dibaca.
Di masjid, rumah tahfizh, serta tempat belajar Al-Qur’an, aktivitas mengaji terhenti karena keterbatasan mushaf yang layak pakai. Kondisi pascabencana membuat masyarakat terdampak belum mampu mengganti mushaf yang rusak secara mandiri.
Melalui Program Sedekah Al-Qur’an untuk Sumatera, kami menargetkan penyaluran 3.000 mushaf Al-Qur’an untuk menggantikan mushaf yang rusak akibat banjir.
Setiap mushaf yang tersalurkan akan menghidupkan kembali lantunan ayat suci, menggerakkan majelis tilawah dan tahfizh, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para donatur.
Maru berpartisipasi di awal tahun ini, dengan sedekah terbaik kita melalui: