
Sahabat Inspirasi, Pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya menghafal Al-Qur’an di atas lantai semen yang kasar? Merasakan terik seng yang menyengat di siang hari, lalu harus sigap menggeser posisi duduk karena air hujan mulai tiris dan membasahi lantai?
Itulah perjuangan nyata yang dihadapi setiap hari oleh puluhan santri yatim dan dhuafa di Ponpes Tahfiz Al-Qur'an (PPTQ) Al-Wahdah Kupang.
Karena keterbatasan fasilitas, ruang tempat mereka tidur, belajar, dan menyetor hafalan terpaksa bercampur menjadi satu di dalam bangunan musala. Mereka harus rela berdesakan setiap hari demi menjaga agar ayat-ayat Allah tetap tegak di dalam dada.
Membangun pesantren ini bukan sekadar menyusun batu bata dan keramik. Setiap sak semen yang Sahabat Inspirasi sedekahkan, setiap keping keramik yang dipijak oleh para santri, dan setiap ayat Al-Qur'an yang mereka lantunkan di ruangan itu kelak, insyaallah akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir ke dalam catatan amal Anda—bahkan ketika kita telah tiada.
“Jika manusia mati, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak salih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Mari Bersama Rampungkan Asrama Layak untuk Para Penjaga Al-Qur'an!