Wiz.or.id, Luwu — Di sebuah sudut Dusun Pakke, Desa Malenggang, Kecamatan Bupon, deru doa dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi denyut nadi harian di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Abdurrahman bin Auf. Di sana, menghafal baris-baris wahyu bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan sebuah laku batin yang dibarengi dengan tradisi puasa sunnah yang disiplin.
Senin, 12 Januari 2026, suasana senja di pondok tersebut terasa sedikit berbeda. Sebanyak 55 paket ifthar (buka puasa) tersaji bagi para santri yang tengah menjalankan ibadah puasa sunnah. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program kepedulian yang diinisiasi untuk menyokong pembentukan karakter generasi Qur’ani di wilayah Kabupaten Luwu.
“Puasa sunnah adalah bagian dari cara kami menempa kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan santri,” ujar salah satu pengurus pondok. Baginya, dukungan logistik berupa paket buka puasa ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan asupan semangat bagi para penjaga ayat tersebut.
Pondok Pesantren Abdurrahman bin Auf selama ini dikenal konsisten dalam membina akhlak dan ketahanan mental santri melalui ibadah-ibadah sunnah. Namun, sebagai lembaga binaan yang berada di wilayah pelosok, perhatian berkelanjutan dari para donatur menjadi elemen krusial bagi keberlangsungan pendidikan mereka.

Manajer terkait menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Bupon ini didasarkan pada kelayakan program. Rutinitas ibadah santri yang terjaga menjadi alasan utama mengapa dukungan ifthar ini disalurkan secara rutin. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya kolektif dalam memuliakan para penghafal Al-Qur'an.
Pihak pondok pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur yang telah menyisihkan hartanya. “Jazaakumullahu khairan. Semoga ini menjadi ladang kebaikan yang pahalanya terus mengalir,” ungkap perwakilan pondok sembari berharap agar program ini bisa menjangkau lebih banyak pesantren di masa mendatang.
Di tengah keterbatasan, paket-paket ifthar sore itu menjadi penanda bahwa kepedulian masih mengalir deras, mengiringi tekad para santri di kaki bukit Bupon untuk terus menjaga cahaya Al-Qur’an.






































































































